KPLI Jakarta

Kebebasan berkreasi

Lzma Vs Bzip2 – Kompresi lebih baik dari bzip2 pada UNIX / Linux

Lzma singkatan dari Ziv-Markov chain Algorithm. Lzma adalah sebuah alat kompresi seperti bzip2 dan gzip untuk kompres dan dekompresi file. Ini cenderung secara signifikan lebih cepat dan efisien daripada kompresi bzip. Seperti kita ketahui, rasio kompresi gzip lebih buruk dari bzip2 (dan lzma).

Pada artikel ini, mari kita memahami bagaimana menggunakan lzma, sebuah utilitas kompresi yang efektif yang secara signifikan lebih baik dalam rasio kompresi dan operasi yang lebih cepat.

Mengkompres file dengan menggunakan input teks lzma-c

$ Lzma-c – stdout sample.txt> sample.lzma

Lzma Dekompresi file dengan menggunakan opsi-d

$ lzma -d –stdout sample.lzma >sample.txt $ Lzma-d-stdout sample.lzma> sample.txt

Perbandingan antara bzip2 dan alat lzma kompresi

Untuk memahami efektivitas lzma, mari kita kompres / dekompresi sebuah sample.txt 1MB dengan kedua lzma dan bzip2 dan bandingkan hasilnya. pengujian ini dilakukan dengan mesin yang memiliki RAM 1GB dan prosesor Pentium 4.

Ukuran file input sample.txt :

$ Ls-l sample.txt
-rw-r–r– 1 bala bala   1048576 2010-05-14 19:43 sample.txt -Rw-r – r – 1 bala bala 1.048.576 sample.txt 2010/05/14 19:43

Catatan: Kami menggunakan perintah waktu di depan setiap kompresi dan dekompresi perintah untuk mendapatkan penggunaan CPU dari perintah.

Mengkompres sample.txt menggunakan bzip2

Mengkompres file input dengan bzip2 perintah dan it doesnt memerlukan opsi selama kompresi.

$ time bzip2  sample.txt

real    0m27.874s
user    0m13.981s
sys     0m0.148s

$ ls -l sample.txt.bz2
-rw-r–r– 1 bala bala      1750 2010-05-14 19:43 sample.txt.bz2

Setelah kompresi bzip2, ukuran file output adalah 1750 byte.

Dekompres sample.txt menggunakan bunzip2

Dekompresi file yang dikompresi dengan bunzip2 utilitas dan juga tidak perlu opsi apapun akan disahkan

$ Bunzip2 sample.txt.bz2

real    0m0.232s real 0m0.232s
user    0m0.128s user 0m0.128s
sys     0m0.020s sys 0m0.020s

Compress sample.txt menggunakan lzma

mari kita memampatkan sample.txt menggunakan perintah lzma dengan opsi-opsi berikut:

* -c to compress -C untuk kompres
* –stdout to print the compressed output in stdout -Stdout untuk mencetak output stdout dikompresi dalam

$ time lzma  -c –stdout  sample.txt >sample.lzma

real    0m2.035s
user    0m1.544s
sys     0m0.132s

$ ls -l sample.lzma
-rw-r–r– 1 bala bala       543 2010-05-14 19:48 sample.lzma

Setelah kompresi, lzma menghasilkan file output dengan ukuran 543 bytes sebagai, yang relatif kurang dari bzip2 perintah. waktu CPU yang digunakan oleh lzma jauh lebih kecil daripada bzip2. Dekompresi sample.txt menggunakan lzma

Dekompres *. lzma file menggunakan perintah lzma dengan pilihan berikut:

* -d to compress -D untuk kompres
* –stdout untuk mencetak output didekompresi di stdout

$ time lzma -d –stdout sample.lzma >sample.txt

real    0m0.043s
user    0m0.016s
sys     0m0.004s

Seperti yang terlihat di atas, dekompresi dilakukan oleh lzma adalah lebih cepat daripada bzip2

Tingkat kompresi yang berbeda Lzma

* Lzma provides the compression range from -1 to -9. Lzma menyediakan rentang kompresi dari -1 ke -9.
* -9 Adalah rasio kompresi tertinggi, yang membutuhkan sejumlah waktu dan sumber daya sistem untuk melakukannya. rasio ini tidak berlaku untuk dekompresi.
* -1 Adalah rasio kompresi tingkat terendah dan berjalan lebih cepat.

Lakukan berikut ini untuk melakukan kompresi lzma cepat menggunakan rasio tingkat kompresi rendah:

$ lzma -1 -c –stdout  sample.txt >sample.lzma

$ ls -l sample.lzma

-rw-r–r– 1 bala bala       548 2010-05-14 20:47 sample.lzma

Catatan:-cepat adalah alias untuk -1.

-9 Adalah rasio kompresi tingkat tertinggi dan dibutuhkan waktu lebih lama untuk menekan dari rasio tingkat rendah. Lakukan berikut ini untuk melakukan kompresi intensif menggunakan tingkat rasio kompresi yang tinggi:

$ lzma -9 -c –stdout  sample.txt >sample.lzma

$ ls -l sample.lzma
-rw-r–r– 1 bala bala       543 2010-05-14 20:55 sample.lzma

Catatan:-terbaik adalah alias untuk -9.

Berita Acara Mubes KPLI Jakarta 2010

Pada tanggal 29 Mei 2010 bertempat di Gedung Nurul Fikri Jakarta Selatan, telah dilaksanakan Mubes KPLI jakarta 2010.

Pada Mubes KPLI Jakarta kali ini telah terpilih saudara Ali Imron Maulana sebagai ketua KPLI Jakarta 2010-2011 menggantikan saudara Erick.

Berikut ini merupakan susunan kepengurusan selegkapnya yang telah di susun untuk menjalankan KPLI Jakarta 2010-2011 :

Ketua : Ali Imron Maulana
Sekjen : Afif Ahmad Faisal
Bendahara : Erick
Humas : Syaiful Bahri
Riset & Development : Rizky Nanda

Semoga di kepengurusan yang baru ini KPLI Jakarta dapat tetap memberikan sumbangsih terbaiknya bagi kemajuan linux & Open Source di Indonesia, amin.

Here It is Our New KPLI Jakarta Leader for 2010-2011

ali

Catch Him On :
ym : aim_151
email : ali.linuxjak@gmail.com
Fb : Ali Imron Maulana

Go Ali Go Ali Go :-)

membangun openvpn server di CentOS-5.4 i386

OpenVPN adalah aplikasi open source untuk Virtual Private Networking (VPN), dimana
aplikasi tersebut dapat membuat koneksi point-to-point tunnel yang telah terenkripsi.
OpenVPN menggunakan private keys, certificate, atau username/password untuk melakukan
authentikasi dalam membangun koneksi. Dimana untuk enkripsi menggunakan OpenSSL

langkah-langkah dalam membuat openvpn server adalah sebagai berikut

install paket gcc dengan perintah yum
# yum -y install gcc*

selanjutnya install openssl dan openssl-devel
# yum -y install openssl openssl-devel

untuk melakukan installasi paket openvpn, lzo, lzo-devel maka sebaiknya menggunakan repositori dari rpmforge.
terlebih dahulu download paket rpmforge dan install paketnya
# wget http://packages.sw.be/rpmforge-release/rpmforge-release-0.5.1-1.el5.rf.i386.rpm

install paket rpmforge tersebut
# rpm -ivh rpmforge-release-0.5.1-1.el5.rf.i386.rpm

selanjutnya install paket openvpn, lzo, dan lzo-devel
# yum install openvpn lzo lzo-devel

jika semua paket telah terinstall dengna benar, maka copy kan file konfigurasi openvpn ke direktori /etc/openvpn
# cp -rvf /usr/share/doc/openvpn-2.0.9/easy-rsa/ /etc/openvpn/
# cp /usr/share/doc/openvpn-2.0.9/sample-config-files/server.conf /etc/openvpn/

selanjutnya kita akan membuat sertifikat untuk openvpn, caranya adalah
# cd /etc/openvpn/easy-rsa/2.0
# chmod +x *
# source ./vars
# ./vars
# ./clean-all
# ./build-ca

jika tidak ingin mengisi, bisa di enter saja dan isi hanya pada bagian “Common Name” saja, isikan terserah

selanjutnya lakukan pembuatan key-server dengan cara
# ./build-key-server server

jika tidak ingin mengisi, bisa di enter saja dan isi hanya pada bagian “Common Name” saja isikan dengan kata server

jika sudah, maka kita akan membuat Difie Hellman. dengan cara
#./build-dh

tahap selanjutnya adalah membuat certificate untuk client, sebagai contoh buat saja 3 client, posisi masih berada
di /etc/openvpn/easy-rsa/2.0
untuk membuat certificate bagi client, caranya adalah
#./build-key user1

(enter saja terus, dan isikan hanya pada bagian “common name” isinya sesuai dengan nama user yang dikehendaki, misal user1)
lakukan sampai 3 kali dengan nama user yang beda-beda

selanjutnya kita akan membuat file konfigurasi (server.conf) untuk openvpn

masuk kedalam direktori /etc/openvpn dan buka file server.conf
# cd /etc/openvpn
# vim server.config
didalam file tersebut terdapat 291 baris, agar lebih enak hapus semua baris dan ganti dengan konfigurasi dibawah ini
(cara menghapus seluruh baris pada vim editor adalah misal ada 291 baris, maka letakan kursor pada baris paling awal
dan ketikan perintah d 291 d, maka akan terhapus seluruhnya)

————————————–
local 1.2.3.4 # ip komputer server
port 8150 # port yang digunakan
proto udp
dev tun
ca keys/ca.crt #– lokasi sertifikat ca.crt
cert keys/server.crt #– lokasi sertifikat server.crt
key keys/server.key #– lokasi server.key
dh keys/dh1024.pem #– lokasi dh1024.pem
server 10.8.0.0 255.255.255.0 #– alokasi nomer IP client/server
ifconfig-pool-persist ipp.txt #– supaya alokasi IP client tdk berubah2
push “redirect-gateway def1″ #– supaya gateway koneksi berubah ke serve
push “dhcp-option DNS 202.159.32.2″ #– untuk merubah DNS
push “dhcp-option DNS 202.159.33.2″
keepalive 5 30
comp-lzo #– sistem kompresi (wajib aktif di client maupun di server)
persist-key
persist-tun
status server-tcp.log
verb 3
————————————–

jika sudah, maka server siap untuk diaktifkan, start service openvpn dengan cara
# service openvpn start

selanjutnya aktifkan packet forward dengan cara
# echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward

tambahkan rule iptables untuk NAT dan MASQUERADE (khusus untuk server dedicated)
# iptables -t nat -A POSTROUTING -s 10.8.0.0/24 -o eth0 -j MASQUERADE

simpan rule iptables dengan perintah
# service iptables save

server siap digunakan

dari sisi client, konfigurasinya adalah

download openvpn-2.0.9-gui-1.0.3-install.exe di “http://openvpn.se/files/install_packages/openvpn-2.0.9-gui-1.0.3-install.exe”

selanjutnya install di pc client dan copy kan certificate-certificate dari server tadi, misal
ca.crt, user1.crt atau user2.crt atau user3.crt (tiap client cukup 1), dan user1.key atau user2.key atau user3.key (tiap client cukup 1), simpan di folder c:\program files\openvpn\config\user1 atau user2 atau user3

Buat file konfigurasi klien openvpn

misalnya diberinama nassao.ovpn, dan kita edit pake notepad, diisi baris-baris berikut:

client #–menyatakan bahwa ini adala konfigurasi klien
dev tun #–menggunakan tun, sebagaimana servernya tadi
proto udp #–menggunakan protokol udp sesuai server tadi
remote 1.2.3.4 8150 #–IP server openvpn dan port kesayangan
resolv-retry infinite
nobind
persist-key
persist-tun
ca ca.crt #– lokasi ca.crt
cert user1.crt #– lokasi user1.crt
key user1.key #– lokasi user1.key
comp-lzo #– menggunakan kompresi sebagaimana servernya
verb 3

Next entries »